Implementasi Pelatihan Digital Storytelling Berbahasa Inggris Berbasis Cerita Rakyat dan Kearifan Lokal Tangkahan dalam Meningkatkan Literasi Budaya, Promosi Pariwisata Berkelanjutan, serta Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal

Penulis

  • Mayasari Universitas Harapan Medan
  • Misla Geubrina Universitas Harapan Medan
  • Arifuddin Universitas Harapan Medan
  • Jihan Anisah Putri Universitas Harapan Medan
  • Yuniarti Hia Universitas Harapan Medan
  • Muhammad Ali Azwa Universitas Harapan Medan

Kata Kunci:

Digital storytelling, Bahasa Inggris pariwisata, kearifan local, literasi budaya, literasi digital

Abstrak

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat saat ini membutuhkan strategi promosi yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal. Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, kemampuan komunikasi bahasa Inggris, serta pengemasan cerita rakyat sebagai media promosi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelatihan digital storytelling berbahasa Inggris berbasis cerita rakyat dan kearifan lokal Tangkahan dalam meningkatkan literasi budaya, mendukung promosi pariwisata berkelanjutan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris pariwisata dan produksi konten digital, pendampingan pembuatan digital storytelling, publikasi konten, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang yang berasal dari kelompok sadar wisata, pelaku usaha wisata, pemuda lokal, dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pariwisata. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada seluruh aspek yang diukur. Kemampuan bahasa Inggris pariwisata mengalami peningkatan dengan penurunan kategori rendah dari 70% menjadi 10%, sementara kategori tinggi meningkat dari 5% menjadi 40%. Literasi digital peserta juga mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan peningkatan kategori tinggi dari 5% menjadi 50%. Selain itu, kemampuan produksi konten digital meningkat secara signifikan dengan peningkatan peserta kategori tinggi dari 0% menjadi 50%. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman dalam memanfaatkan cerita rakyat sebagai media promosi wisata, dengan kategori tinggi meningkat dari 10% menjadi 60%. Berdasarkan hasil tersebut, program pengabdian ini menunjukkan bahwa integrasi bahasa Inggris, teknologi digital, dan kearifan lokal melalui pendekatan digital storytelling efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan promosi wisata yang kreatif, berkelanjutan, dan berbasis budaya lokal

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Basturkmen, H. (2010). Developing courses in English for specific purposes. Palgrave Macmillan.

Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-based tourism development model and community participation. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7(4), 1–27.

Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for specific purposes: A learning-centred approach. Cambridge University Press.

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. ACTA Publications.

Lund, N. F., Cohen, S. A., & Scarles, C. (2018). The power of social media storytelling in destination marketing. Journal of Destination Marketing & Management, 8, 271–280.

https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2017.08.003

Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.

https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.016

Robin, B. R. (2016). The power of digital storytelling to support teaching and learning. Digital Education Review, 30, 17–29.

Smeda, N., Dakich, E., & Sharda, N. (2014). The effectiveness of digital storytelling in the classrooms: A comprehensive study. Smart Learning Environments, 1, Article 6.

https://doi.org/10.1186/s40561-014-0006-3

Akhter, S., & Sultana, S. (2021). Digital storytelling as a tool for enhancing communication skills and cultural awareness. International Journal of Emerging Technologies in Learning, 16(9), 165–178.

Buhalis, D., & Law, R. (2008). Progress in information technology and tourism management: 20 years on and 10 years after the Internet—The state of eTourism research. Tourism Management, 29(4), 609–623.

https://doi.org/10.1016/j.tourman.2008.01.005

Choi, Y., & Sirakaya, E. (2006). Sustainability indicators for managing community tourism. Tourism Management, 27(6), 1274–1289.

https://doi.org/10.1016/j.tourman.2005.05.018

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Figueira, L. M., & Rivas, M. (2020). Digital storytelling and tourism promotion: New approaches for cultural heritage communication. Journal of Tourism and Cultural Change, 18(5), 545–560.

Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart tourism: Foundations and developments. Electronic Markets, 25, 179–188.

https://doi.org/10.1007/s12525-015-0196-8

Hsu, C. H. C., & Huang, S. (2012). An extension of the theory of planned behavior model for tourists. Journal of Hospitality & Tourism Research, 36(3), 390–417.

Kusuma, A., & Sari, D. (2022). Digital literacy empowerment through community-based tourism development in rural areas. Journal of Sustainable Tourism Development, 4(2), 120–135.

Mossberger, K., Tolbert, C. J., & McNeal, R. S. (2008). Digital citizenship: The Internet, society, and participation. MIT Press.

OECD. (2019). OECD tourism trends and policies 2019. OECD Publishing.

Purnomo, E., & Sari, R. (2021). Local wisdom-based tourism development as a strategy for sustainable rural tourism. Journal of Tourism and Heritage Research, 4(3), 45–57.

Richards, G. (2020). Designing creative places: The role of creative tourism. Annals of Tourism Research, 85, 102922.

https://doi.org/10.1016/j.annals.2020.102922

Sharples, M., Adams, A., Ferguson, R., Gaved, M., McAndrew, P., Rienties, B., Weller, M., & Whitelock, D. (2015). Innovating pedagogy 2015: Open University innovation report 4. The Open University.

Suansri, P. (2019). Community based tourism handbook. Responsible Ecological Social Tour (REST).

UNWTO. (2018). Tourism and culture synergies. World Tourism Organization.

UNWTO. (2020). International tourism and COVID-19: Global tourism recovery. World Tourism Organization.

Wang, Y., & Xiang, Z. (2007). Toward a theoretical framework of collaborative destination marketing. Journal of Travel Research, 46(1), 75–85.

https://doi.org/10.1177/0047287507302384

Wallace, V. P. , Bamber, J. C. dan Crawford, D. C. 2000. Classification of reflectance spectra from pigmented skin lesions, a comparison of multivariate discriminate analysis and artificial neural network. Journal Physical Medical Biology , No.45, Vol.3, 2859-2871

Diterbitkan

2024-09-30

Cara Mengutip

Mayasari (2024) “Implementasi Pelatihan Digital Storytelling Berbahasa Inggris Berbasis Cerita Rakyat dan Kearifan Lokal Tangkahan dalam Meningkatkan Literasi Budaya, Promosi Pariwisata Berkelanjutan, serta Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal”, Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(02), hlm. 107–125. Tersedia pada: https://jurnal.harapan.ac.id/index.php/Prioritas/article/view/1546 (Diakses: 14 Agustus 2026).