Pendampingan Penerjemahan dan Penyusunan Media Promosi Wisata Dwibahasa Berbasis Digital di Tangkahan, Sumatera Utara, untuk Meningkatkan Visibilitas Destinasi, Kunjungan Wisatawan Mancanegara, dan Pendapatan Masyarakat Lokal
Kata Kunci:
Community-Based Tourism, media promosi dwibahasa, pemasaran digital, pemberdayaan Masyarakat, TangkahanAbstrak
Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat memerlukan strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memiliki potensi wisata alam yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan media promosi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menerjemahkan dan menyusun media promosi wisata dwibahasa berbasis digital guna meningkatkan visibilitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan mancanegara, dan mendukung peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan English for Tourism, pendampingan penerjemahan, penyusunan media promosi digital, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pemandu wisata, dan pengelola destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa Inggris peserta meningkat dari 59,95 menjadi 84,45, sedangkan kemampuan promosi digital meningkat dari 56,15 menjadi 85,50. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,65 pada skala lima, dengan 65% peserta menyatakan sangat puas dan 35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini menghasilkan berbagai media promosi wisata dwibahasa berbasis digital yang siap digunakan pada website dan media sosial destinasi. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan promosi digital, meningkatkan visibilitas destinasi, serta mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Baggio, R., & Del Chiappa, G. (2012). Tourism destinations as digital business ecosystems. https://arxiv.org/abs/1210.3943
Fajriani, R., Sembiring, R., & Faried, A. I. (2025). Analisis media sosial dalam meningkatkan jumlah wisatawan di objek wisata Tangkahan Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat. Jurnal Manajemen dan Akuntansi Medan, 7(2). https://doi.org/10.47709/jumansi.v7i2.6618
Hartanto, Y., & Bangsu, T. (2025). Adoption and barriers of social media marketing in Community-Based Tourism (CBT) destination development: A case study of Belitar Seberang Tourism Village. Proceeding of International Conference on Communication and Media Digital.
Humairah, N., Sitanggang, F. S., Siregar, C. A., & Zega, F. U. (2025). Analisis peran sumber daya manusia dalam keterlibatan masyarakat lokal pada ekowisata berbasis Community Based Tourism. Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 6(1).
Jackson, L. A. (2025). Community-Based Tourism: A catalyst for achieving the United Nations Sustainable Development Goals One and Eight. Tourism and Hospitality, 6(1). https://doi.org/10.3390/tourhosp6010029
Khairi, N. (2022). Application of Community Based Tourism (CBT) in tourism development efforts in Tangkahan Langkat Regency. Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal, 2(2). https://doi.org/10.36983/thcij.v2i2.376
Ogutu, H., & Othieno, A. N. (2025). Current research trends on social media marketing and sustainable tourism. Journal of Tourism and Hospitality Management.
Phengkona, J. (2020). Online marketing strategies for community-based tourism in the Andaman cluster of Thailand (Master's thesis). National Institute of Development Administration. https://doi.org/10.14457/NIDA.the.2020.38
Prihanto, Y. J. N., Utomo, P., & Rinto, F. S. M. (2025). Development of digital promotional media for tourism local based on the Cirarab Village community, Tangerang Regency. Community Empowerment, 10(11), 2110–2119. https://doi.org/10.31603/ce.14832
Saifullah, S. (2022). Tourism's trend ranking on social media data using Fuzzy-AHP vs. AHP. https://arxiv.org/abs/2209.14503
Vega, L. D. (2022). Marketing of tourism destinations through Community Based Tourism (CBT) digital marketing in Tipang Tourism Village, Bakti Raja District, Humbang Hasundutan Regency. MALUKUTOTO, 2(2), 166–178. https://doi.org/10.36983/tehbmj.v2i2.371
Wardani, Y., Lapotulo, N., Pristiwasa, I. W. T. K., & Sukmamedian, H. (2026). Community assistance in Pulau Bulang in tourism marketing through social media and digital platforms for the promotion of cultural heritage and mangrove ecotourism. Jurnal Keker Wisata, 4(1), 73–82. https://doi.org/10.59193/jkw.v4i1.478
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Bima Prana Chitra, Emmy Erwina, Lisna Sari Siregar, Widelya Shafa April, Winanda Salvira

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












.png)

1.png)




