Pendampingan Penerjemahan Informasi Sejarah dan Budaya Istana Maimun ke dalam Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi serta Daya Tarik Wisata Heritage
Keywords:
pengabdian kepada masyarakat, penerjemahan, wisata heritage, informasi bilingual, Istana MaimunAbstract
Istana Maimun merupakan salah satu destinasi wisata heritage di Kota Medan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi serta menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, keterbatasan kemampuan pengelola dan pemandu wisata dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya ke dalam bahasa Inggris masih menjadi kendala dalam penyampaian informasi kepada wisatawan asing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menerjemahkan informasi sejarah dan budaya Istana Maimun melalui pelatihan penerjemahan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, praktik penerjemahan, pendampingan, post-test, serta evaluasi melalui angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar penerjemahan, penguasaan kosakata pariwisata, penggunaan tata bahasa, dan penerjemahan istilah budaya. Selain itu, peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode pelatihan, dan proses pendampingan yang diberikan. Program ini juga menghasilkan media informasi bilingual sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pelayanan informasi bagi wisatawan. Dengan demikian, pelatihan penerjemahan terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan layanan informasi bilingual pada destinasi wisata heritage. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan pengembangan media digital bilingual diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan wisata dan daya saing Istana Maimun sebagai destinasi wisata budaya.
Downloads
References
Chiu, S. T., & Huang, W. J. (2022). Heritage interpretation from supply and demand perspectives: The case of culinary heritage workshops in Hong Kong. Journal of Heritage Tourism, 17(5), 563–592. doi:10.1080/1743873X.2022.2091936
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Singapore: Springer.
Liao, M.-H., & Bartie, P. (2022). Translating heritage: A study of visitors' experiences mediated through multilingual audio guides in Edinburgh Castle. Journal of Heritage Tourism, 17(3), 283–295. doi:10.1080/1743873X.2021.1976786
Liao, Z., & Tung, V. W. S. (2024). A supply-side angle to understand heritage tourism sites: A value-based assessment approach. Journal of China Tourism Research, 20(1), 1–24. doi:10.1080/19388160.2022.2128131
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emmy Erwina, Lisna Sari Siregar, Bima Prana Chitra, Widelya Shafa April, Winanda Salvira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












.png)

1.png)




