pelatihan Komunikasi Lintas Budaya Berbahasa Inggris Berbasis Hospitality bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Berastagi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Kepuasan Wisatawan Mancanegara, Daya Saing Usaha, dan Pendapatan Masyarakat Lokal
Kata Kunci:
komunikasi lintas budaya, bahasa Inggris, hospitality, ekonomi kreatif, pariwisata, pengabdian kepada masyarakatAbstrak
Kawasan wisata Berastagi merupakan salah satu destinasi unggulan di Sumatera Utara yang didukung oleh berkembangnya sektor ekonomi kreatif, seperti usaha kuliner, suvenir, homestay, dan jasa pemandu wisata. Namun, kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, pemahaman komunikasi lintas budaya, serta penerapan prinsip hospitality pada sebagian pelaku ekonomi kreatif masih belum optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya berbahasa Inggris berbasis hospitality guna meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan wisatawan mancanegara, daya saing usaha, dan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning and Community Empowerment melalui tahapan analisis kebutuhan, pre-test, pelatihan, simulasi (role play), pendampingan lapangan, post-test, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai ilustrasi penyusunan artikel, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam komunikasi bahasa Inggris, pemahaman komunikasi lintas budaya, serta penerapan pelayanan berbasis hospitality. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam melayani wisatawan mancanegara, kemampuan bekerja sama dengan pelaku usaha lain, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan lapangan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada sektor ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Program ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan, memperkuat daya saing destinasi wisata Berastagi, serta mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Armstrong, R. W., Mok, C., Go, F. M., & Chan, A. (1997). The importance of cross-cultural expectations in the measurement of service quality perceptions in the hotel industry. International Journal of Hospitality Management, 16(2), 181–190.
https://doi.org/10.1016/S0278-4319(97)00004-2
Chen, G. M., & Starosta, W. J. (2000). The development and validation of the intercultural communication sensitivity scale. Human Communication.
Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266. https://doi.org/10.1177/1028315306287002
Hall, E. T. (1976). Beyond culture. Anchor Press.
Hofstede, G., Hofstede, G. J., & Minkov, M. (2010). Cultures and organizations: Software of the mind (3rd ed.). McGraw-Hill.
Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas. Penguin Books.
Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for specific purposes: A learning-centred approach. Cambridge University Press.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2020–2024. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Lashley, C. (2015). Hospitality and hospitableness. Research in Hospitality Management, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.1080/22243534.2015.11828322
Lovelock, C., & Wirtz, J. (2022). Services marketing: People, technology, strategy (9th ed.). World Scientific.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The experience economy: Work is theatre and every business a stage. Harvard Business School Press.
Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. Free Press.
Richards, J. C. (2015). Key issues in language teaching. Cambridge University Press.
United Nations World Tourism Organization. (2022). International tourism highlights (2022 ed.). UNWTO. https://doi.org/10.18111/9789284422456
UNESCO. (2021). Re|Shaping policies for creativity: Addressing culture as a global public good. UNESCO Publishing.
UNWTO. (2023). World tourism barometer (Vol. 21). United Nations World Tourism Organization.
Vargo, S. L., & Lusch, R. F. (2016). Institutions and axioms: An extension and update of service-dominant logic. Journal of the Academy of Marketing Science, 44(1), 5–23. https://doi.org/10.1007/s11747-015-0456-3
World Economic Forum. (2022). Travel & Tourism Development Index 2021: Rebuilding for a sustainable and resilient future. World Economic Forum.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Emmy Erwina, Yuniarti Hia, Kiki Wardana, Siti Aisyah, Moeammar Khatam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












.png)

1.png)




